Sejarah Desa
2.1 Sejarah Desa
Desa Makarti tempo
dulu adalah satu wilayah atau tanah adat dari kesatuan
masyarakat Desa Soahukum dan Desa Tolabit. Pada tahun 1991 oleh
Nakertrans di jadikan sebagai
derah transmigasi yang di beri nama nama SP.2a
dan SP.2b. Desa Makarti berdiri sekitar tahun 1992 dan secara res mi pada tahun 2004 Desa Makarti dimekarkan menjadi 2 (dua)
desa yaitu Desa Makarti dan Desa
Beringin Agung. Berikut ini
nama-nama kepala Desa yang pernah memimpin Desa Makarti sampai sekarang dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 1. Kepala Desa yang memimpin Desa Makarti berturut-turut
No | Nama | Jabatan | Masa Jabatan | Keterangan |
1 | Didi Fredy | Kepala Desa Deventif | 1995-1999 |
|
2 | Imam | PJS | 2000-2002 |
|
3 | Suyit Tri Handoko | PJS Kepala Desa | 2003-2004 |
|
4 | Sardi | Kepala | 2004-2008 |
|
5 | Edi Yanto | PJS Kepala Desa | 2009-2011 |
|
6 | Nurprapto | Kepala | 2011-2017. |
|
7 | Kusdiantoro | Kepala Desa | 2017-2023 |
|
8 | Edi Yanto | PJS | 2024-2025 |
|
Sumber Monografi desa Makarti tahun 2024 Sebagian besar tata
pemukiman Desa Makarti merupakan peninggalan masa lampau
Dinas Transmigrasi, dimana dari empat penjuru Desa Makarti diapit oleh tempat
perkuburan. Selain situs-situs sejarah terdapat pula situs-situs budaya yang
masih dihormati dan dipelihara masyarakat yaitu adat setempat.
Mayoritas penduduk desa beragama islam dan ada juga yang
beragama Kristen. Pembukaan jalan kabupaten dan masuknya transmigran pada pertengahan
tahun 1992 an di sejumlah dusun ikut pula mempengaruhi pola hidup masyarakat.
Kesenjangan sosial ekonomi pada masyarakat tidak terlalu Nampak di desa. Secara
ekonomi tidak ada keluarga yang sangat kaya. Rata-rata mengandalkan hidupnya
dari perkebunan dan pertanian. Sebagian besar wilayah desa (sekitar 70 %)
merupakan daerah persawahan. Pembukaan areal
pertanian telah mengurangi areal hutan
yang semula mendominasi wilayah desa. Pembukaan
lahan untuk tanaman pangan, yaitu tanaman padi dan sayur-sayuran serta tanaman
lainnya semakin mengurangi luas hutan.